Rabu, 30 Maret 2011

Selamat Datang Masalah

Setiap manusia yang hidup di dunia ini pastinya mempunyai berbagai permasalahan hidup baik itu permasalahan yang tergolong permasalahan biasa,permasalahan yang sedang, ataupun permasalahan yang begitu berat dijalani oleh seseorang tersebut. masalah yang datang didalam kehidupan ini merupakan salah satu hal mutlak dan wajib diterima oleh setiap orang,karena masalah merupakan bagian dalam kehidupan kita semua,masalah yang menerpa kita bisa jadi menjadi suatu beban bagi seseorang yang lemah dalam mengatasi masalah,ataupun bisa jadi kekuatan pendorong bagi seseorng yang bersahabat dengan masalah.
Masalah yang terjadi di dalam kehidupan setiap manusia tergolong unik, beragam, dan berbeda kadarnya satu sama lain.permasalahan yang ada dan mendatangi kita mau tidak mau dan senang ataupun tidak senang akan datang didalam kehidupan kita, entah itu masalah dengan teman, sahabat, keluarga, masalah dengan sang pacar, masalah di dalam pekerjaan, ataupun masalah-masalah lain yang ada dan terus bisa datang tiba-tiba diantara kita semua.
Tahukah teman-teman sekalian,bahwasanya masalah yang datang kepada kita merupakan salah satu hal pembelajaran yang sangat berharga buat kehidupan kita di dunia ini, karena dengan adanya masalah itulah kita bisa belajar banyak untuk bisa menyelesaikan dan menaggulangi berbagai permasalahan hidup yang datang didalam kehidupan kita ini.
berikut beberapa tips agar kita bisa bersahabat dengan masalah dan bisa menjadikan masalah sebagi proses untuk belajar.
1. Selamat datang masalah
Apabila teman-teman mempunyai dan dihampiri oleh masalah yang ada didalam kehidupan teman-sekalian, hal pertama yang harus dilakukan oleh kita semua adalah mengubah paradigma pola fikir kita terhadap masalah tersebut,kebanyakan orang yang mengalami sebuah permasalahan akan berfikr keras dan mungkin bisa juga terlebih dahulu stress dalam menghadapi masalah tersebut. coba alihkan pikiran anda terlebih dahulu dengan mengucapkan “selamat datang masalah”.hal itu akan membantu pikiran dan otak anda untuk bisa lebih menerima berbagai masalah yang terjadi pada anda dan menjadikan pikiran anda lebih bersifat positif karena penerimaan terhadap masalah tersebut,banyak sekali setiap orang yang mempunyai masalah tidak pernah menerimanya sehingga membuatnya menjadikan masalah tersebut negatif..ucapkanlah dan bentuk pola fikir anda serta penerimaan terhadap masalah tersebut dengen mengucapkan selamat datang masalah…
2. Tenangkanlah diri anda dalam beberapa saat
Didalam kondisi seseorang yang mengalami masalah didalam kehidupannya,akan lebih baik bila seseorang itu tidak bertindak ataupun melakukan hal-hal bodoh yang bisa membuat dirinya menjadi semakin negatif terhadap masalah tersebut. banyak orang yang mempunyai masalah dan berujung bunuh diri terjadi karena dia menjadkan masalah menjadi sesuatu hal yang negatif buat dirinya dan tentunya tidak menenangkan dirinya terlebih dahulu bila terjadi masalah..tenangkanlah diri kita semua terlebih dahulu bila ada masalah yang menerpa kita,mungkin dengan duduk santai,mendengarkan musik, bernyayi,ataupun hal-hal lain yang bisa membuat anda tenang dan nyaman terhadap masalah tersebut. tenangkan diri anda dan yakinkan bahwa setiap masalah ada penyelesaiannya. hadapi dan hayati setiap masalah yang datang menyapa anda
3. Ambil tindakan
Kebanyakan orang yang mempunyai masalah hanya bisa merasakan masalah tersebut dan melebihkan2 masalah tersebut kedalam dirinya tanpa mengambil tindakan,misalnya saja si A mengalami masalah belum menyelesaikan tugas yang seharusnya harus dikumpulkan hari ini,si A akhirnya panik,stress, bingung,karena tidak mungkin bisa selesaikan tugas tersebut hanya dalam satu hari akibatnya pasti bisa dipastikan si A tersebut akan menciptakan atmosfir negatif terhadapa dirinya sendiri..padahal apabila dia ambil tindakan secepatnya dengan cara apapun utnk selesaikan masalah tersebut,maka tugas itu dipastikan bisa akan selesai pada hari itu juga. jadi, bila ada masalah jangan hanya diam dan meratapi masalah tersebut..bertindaklah secepat dan sesegera mungkin menghadapi masalah tersebut.
4. Berputarlah
Setelah mengambil tindakan dalam menyelesaikan masalah tersebut tentunya dalam penyelesaiannya akan menghadapi penyelesaian “buntu” atau penyelesaian masalah tersebut bersifat berhenti.jangan takut dan jangan menyerah,masih banyak penyelesaian dengan cara lain.bila jalan penyelesaian permasalahan tersebut mengalami stagnan dan buntu,berputarlah..carilah alternatif penyelesaian yang lain, tentunya permasalahan ada penyelesaiannya.teruslah cari jalan penyelesaian masalah tersebut sehingga bisa menemukan penyelesaiannya terhadapa masalah tersebut. teruslah mencari jalan penyelesaiannya,karena masalah akan terselesaikan melalui jalan-jalan alternatif penyelesaian yang lainnya..jangan pernah menyerah untuk menyelesaikan masalah,berputarlah!!
5. Mintalah saran dari orang yang bisa menyelesaikan masalah tersebut
terkadang permasalahan yang terjadi pada diri kita kemungkinan juga tidak mungkin dan tidak mampu untuk kita selesaikan sendiri saja,kita juga perlu minta bantuan dan saran serta laternatif-alternatif solusi dari orang lain yang mempunyai pengalaman ataupun sesuai untuk bisa menyelesaikan masalah tersebut. dengan meminta saran tersebut, tentunya kita akan mendapatkan informasi,pengalaman, alternatif solusi bagaimana menyelesaikan masalah tersebut sehingga kita bisa mengambil tindakan selanjutnya untuk menyelesaikan masalah tersebut
6. Where there is a will, there is a way
Pepatah tersebut memang benar..dimana ada kemauan disitu selalu ada jalan. jadikan masalah menjadi sebuah penyelesaian positif di dalam kehidupan ini,masalah tidak mungkin tidak ada solusinya..pasti ada jalan penyelesaiannya,pasti ada cara untuk menyelesaikannya,pasti ada solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut..hanya mau atau tidak mau kita menyelesaikan masalah tersebut..ingatlah teman-teman bahwa dimana ada kemauan untuk menyelesaikan masalah disitu juga ada penyelesaiannya.
Demikianlah beberapa tips dari saya,semoga bisa membantu teman-teman yang sedang dilanda oleh masalah..jadikan masalah sebagai sahabat anda untuk bisa menjadi pembelajaran dan teman hidup dalam kehidupan anda,ucapkanlah selamat datang kepada masalah karena dengan mengucapkan kata tersebut kita siap untuk menyelesaikan masalah tersebut sebagai wujud untuk pengembangan diri kita agar bisa menjadi lebih abik dalam menghadapi permasalahan hidup yang semakin beragam dan kompleks didalam kehidupan kita.

Senin, 28 Maret 2011

Gugur

Diam..

Dan dengarkan..

Daun berjatuhan..

Berguguran..

Rasakan..

Senja mulai hilang..

Terbenam dalam angan..

Mengenang semua kerinduan..

Katakan..

Ku mencintaimu kemudian..

Rinduku yang demikian..

Sanggupkah aku bertahan..

Siang..

Hingga malam menjelang..

Terbayang wajahmu perlahan..

Tak sanggup aku memandang..



karena kau sudah hilang.... 


di ambil orang..............


Malam,,,


hanya ada bintang,,,


bulanpun tak kunjung datang...


pikiranpun tak tenang...


memikirkan dikau sayang,,,,


sumber : http://1puisi.blogspot.com/2010/03/kumpulan-puisi-islami-hasil-pencarian.html

ALLAH ADA TANPA TEMPAT DAN ARAH


Sesungguhnya keyakinan bahwa Allah ada tanpa tempat adalah aqidah Nabi Muhammad, para sahabat dan orang-orang yang mengikuti jejak mereka. Mereka dikenal dengan Ahlussunnah Wal Jama’ah; kelompok mayoritas ummat yang merupakan al-Firqah an-Najiyah (golongan yang selamat). Dalil atas keyakinan tersebut selain ayat di atas adalah firman Allah:
“Dia (Allah) tidak menyerupai sesuatupun dari makhluk-Nya, dan tidak ada sesuatupun yang menyerupai-Nya”. (QS. as-Syura: 11)
Ayat ini adalah ayat yang paling jelas dalam al-Qur’an yang menjelaskan bahwa Allah sama sekali tidak menyerupai makhluk-Nya. Ulama Ahlussunnah menyatakan bahwa alam (makhluk Allah) terbagai atas dua bagian; yaitu benda dan sifat benda. Kemudian benda terbagi menjadi dua, yaitu benda yang tidak dapat terbagi lagi karena telah mencapai batas terkecil (para ulama menyebutnya dengan al-Jawhar al-Fard), dan benda yang dapat terbagi menjadi bagian-bagian (jism). Benda yang terakhir ini (jism) terbagi menjadi dua macam;
1. Benda Lathif; benda yang tidak dapat dipegang oleh tangan, seperti cahaya, kegelapan, ruh, angin dan sebagainya.
2. Benda Katsif; benda yang dapat dipegang oleh tangan seperti manusia, tanah, benda-benda padat dan lain sebagainya.
Sedangkan sifat-sifat benda adalah seperti bergerak, diam, berubah, bersemayam, berada di tempat dan arah, duduk, turun, naik dan sebagainya. Ayat di atas menjelaskan kepada kita bahwa Allah ta’ala tidak menyerupai makhluk-Nya, bukan merupakan al-Jawhar al-Fard, juga bukan benda Lathif atau benda Katsif. Dan Dia tidak boleh disifati dengan apapun dari sifat-sifat benda. Ayat tersebut cukup untuk dijadikan sebagai dalil bahwa Allah ada tanpa tempat dan arah. Karena seandainya Allah mempunyai tempat dan arah, maka akan banyak yang serupa dengan-Nya. Karena dengan demikian berarti ia memiliki dimensi (panjang, lebar dan kedalaman). Sedangkan sesuatu yang demikian, maka ia adalah makhluk yang membutuhkan kepada yang menjadikannya dalam dimensi tersebut.
Rasulullah bersabda: “Allah ada pada azal (Ada tanpa permulaan) dan belum ada sesuatupun selain-Nya”. (H.R. al-Bukhari, al-Bayhaqi dan Ibn al-Jarud)
Makna hadits ini bahwa Allah ada pada azal (keberadaan tanpa permulaan), tidak ada sesuatu (selain-Nya) bersama-Nya. Pada azal belum ada angin, cahaya, kegelapan, ‘arsy, langit, manusia, jin, malaikat, waktu, tempat dan arah. Maka berarti Allah ada sebelum terciptanya tempat dan arah, maka Ia tidak membutuhkan kepada keduanya dan Ia tidak berubah dari semula, yakni tetap ada tanpa tempat dan arah, karena berubah adalah ciri dari sesuatu yang baru (makhluk).
Maka sebagaimana dapat diterima oleh akal, adanya Allah tanpa tempat dan arah sebelum terciptanya tempat dan arah, begitu pula akal akan menerima wujud-Nya tanpa tempat dan arah setelah terciptanya tempat dan arah. Hal ini bukanlah penafian atas adanya Allah. Sebagaimana ditegaskan juga oleh sayyidina ‘Ali ibn Abi Thalib -semoga Allah meridlainya-:
“Allah ada (pada azal) dan belum ada tempat dan Dia (Allah) sekarang (setelah menciptakan tempat) tetap seperti semula, ada tanpa tempat” (Dituturkan oleh al-Imam Abu Manshur al-Baghdadi dalam kitabnya al-Farq Bayn al-Firaq, h. 333).
Al-Imam al-Bayhaqi (w 458 H) dalam kitabnya al-Asma Wa ash-Shifat, hlm. 506, berkata:
“Sebagian sahabat kami dalam menafikan tempat bagi Allah mengambil dalil dari sabda Rasulullah:
“Engkau Ya Allah azh-Zhahir (yang segala sesuatu menunjukkan akan ada-Nya), tidak ada sesuatu apapun di atas-Mu, dan Engkau al-Bathin (yang tidak dapat dibayangkan) tidak ada sesuatu apapun di bawah-Mu (HR. Muslim dan lainnya). Jika tidak ada sesuatu apapun di atas-Nya dan tidak ada sesuatu apapun di bawah-Nya maka berarti Dia ada tanpa tempat”.
Al-Imam as-Sajjad Zain al-‘Abidin ‘Ali ibn al-Husain ibn ‘Ali ibn Abi Thalib (w 94 H) berkata:
“Engkaulah ya Allah yang tidak diliputi oleh tempat”. (Diriwayatkan oleh al-Hafizh az-Zabidi dalam Ithaf as-Sadah al-Muttaqin Bi Syarh Ihya’ ‘Ulumiddin dengan rangkaian sanad muttashil mutasalsil yang kesemua perawinya adalah Ahl al-Bayt; keturunan Rasulullah).
Adapun ketika seseorang menghadapkan kedua telapak tangan ke arah langit ketika berdoa, hal ini tidak menandakan bahwa Allah berada di arah langit. Akan tetapi karena langit adalah kiblat berdoa dan merupakan tempat turunnya rahmat dan barakah. Sebagaimana apabila seseorang ketika melakukan shalat ia menghadap ka’bah. Hal ini tidak berarti bahwa Allah berada di dalamnya, akan tetapi karena ka’bah adalah kiblat shalat. Penjelasan seperti ini dituturkan oleh para ulama Ahlussunnah Wal Jama’ah seperti al-Imam al-Mutawalli (w 478 H) dalam kitabnya al-Ghun-yah, al-Imam al-Ghazali (w 505 H) dalam kitabnya Ihya ‘Ulumiddin, al-Imam an-Nawawi (w 676 H) dalam kitabnya Syarh Shahih Muslim, al-Imam Taqiyyuddin as-Subki (w 756 H) dalam kitab as-Sayf ash-Shaqil, dan masih banyak lagi.
Al-Imam Abu Ja’far ath-Thahawi -Semoga Allah meridlainya- (w 321 H) berkata:
“Maha suci Allah dari batas-batas (bentuk kecil maupun besar, jadi Allah tidak mempunyai ukuran sama sekali), batas akhir, sisi-sisi, anggota badan yang besar (seperti wajah, tangan dan lainnya) maupun anggota badan yang kecil (seperti mulut, lidah, anak lidah, hidung, telinga dan lainnya). Dia tidak diliputi oleh satu maupun enam arah penjuru (atas, bawah, kanan, kiri, depan dan belakang); tidak seperti makhluk-Nya yang diliputi oleh enam arah penjuru tersebut”.
Perkataan al-Imam Abu Ja’far ath-Thahawi ini merupakan Ijma’ (konsensus) para sahabat dan ulama Salaf (orang-orang yang hidup pada tiga abad pertama hijriyah). Diambil dalil dari perkataan tersebut bahwasannya bukanlah maksud dari Mi’raj bahwa Allah berada di arah atas lalu Nabi Muhammad naik ke arah sana untuk bertemu dengan-Nya. Melainkan maksud Mi’raj adalah untuk memuliakan Rasulullah dan memperlihatkan kepadanya keajaiban-keajaiban makhluk Allah sebagaimana dijelaskan dalam al Qur’an surat al-Isra ayat 1.
Dengan demikian tidak boleh dikatakan bahwa Allah ada di satu tempat, atau disemua tempat, atau ada di mana-mana. Juga tidak boleh dikatakan bahwa Allah ada di satu arah atau semua arah penjuru. Al-Imam Abu al-Hasan al-Asy’ari (w 324 H) -Semoga Allah meridlainya- berkata:
“Sesungguhnya Allah ada tanpa tempat” (Diriwayatkan oleh al-Bayhaqi dalam kitab al-Asma Wa ash-Shifat).
Al-Imam al-Asy’ari juga berkata: “Tidak boleh dikatakan bahwa Allah di satu tempat atau di semua tempat”. Perkataan al-Imam al-Asy’ari ini dinukil oleh al-Imam Ibn Furak (w 406 H) dalam kitab al-Mujarrad. Syekh Abd al-Wahhab asy-Sya’rani (w 973 H) dalam kitab al-Yawaqit Wa al-Jawahir menukil perkataan Syekh Ali al-Khawwash: “Tidak boleh dikatakan Allah ada di mana-mana”. Maka aqidah yang wajib diyakini adalah bahwa Allah ada tanpa arah dan tanpa tempat.
Perkataan al-Imam ath-Thahawi di atas juga merupakan bantahan terhadap pengikut paham Wahdah al-Wujud; mereka yang berkeyakinan bahwa Allah menyatu dengan makhluk-makhluk-Nya, juga sebagai bantahan atas pengikut paham Hulul; mereka yang berkeyakinan bahwa Allah menempati sebagian makhluk-Nya. Dua keyakinan ini adalah kekufuran berdasarkan Ijma’ (konsensus) seluruh orang Islam sebagaimana dikatakan oleh al-Imam as-Suyuthi (w 911 H) dalam kitab al-Hawi Li al-Fatawi, dan Imam lainnya. Para Imam panutan kita dari ahli tasawuf sejati seperti al-Imam al-Junaid al-Baghdadi (w 297 H), al-Imam Ahmad ar-Rifa’i (w 578 H), Syekh Abd al-Qadir al-Jailani (w 561 H) dan semua Imam tasawwuf sejati; mereka semua selalu mengingatkan orang-orang Islam dari para pendusta yang menjadikan tarekat dan tasawuf sebagai sebagai wadah untuk meraih dunia, padahal mereka berkeyakinan Wahdah al-Wujud dan Hulul.
Dengan demikian keyakinan ummat Islam dari kalangan Salaf dan Khalaf telah sepakat bahwa Allah ada tanpa tempat dan arah. Sementara keyakinan sebagian orang yang menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya; mereka yang berkeyakinan bahwa Allah adalah benda yang duduk di atas Arsy, adalah keyakinan sesat. Keyakinan ini adalah penyerupaan Allah dengan makhluk-Nya, karena duduk adalah salah satu sifat manusia. Para ulama Salaf bersepakat bahwa barangsiapa yang menyifati Allah dengan salah satu sifat di antara sifat-sifat manusia maka ia telah kafir, sebagaimana hal ini ditulis oleh al-Imam al-Muhaddits as-Salafi Abu Ja’far ath-Thahawi (w 321 H) dalam kitab aqidahnya yang terkenal dengan nama “al-‘Aqidah ath-Thahwiyyah”. Beliau berkata:
“Barang siapa mensifati Allah dengan salah satu sifat dari sifat-sifat manusia, maka ia telah kafir”.
Perhatian….!
Waspadai.. Keyakinan Tasybih [Keyakinan Allah serupa dengan makhluk-Nya] yang kian hari semakin merebak… Jangan sampaai merusak genarasi kita!!!?

Minggu, 27 Maret 2011

Perbedaan Mendasar Orang Pintar dan Orang Kaya


"Masalah di dunia ini terjadi ketika orang bodoh terlalu yakin dan orang pintar penuh dengan keraguan
"( Bertrand Russell )

Ternyata satu jam keterlambatan pesawat dari Balikpapan ke Jakarta tidaklah menyebalkan. Bahkan, kalau mau jujur, sejam itu terlalu singkat ketika kami mampu mengisinya dengan aktivitas yang menyenangkan. Diskusi gaya warung kopi yang tidak terstruktur tiba-tiba menjadi bergairah ketika saya, Nila dan Bugie menemukan satu fenomena antara orang yang pintar dan kaya. Kami bertiga tersentak, dan diskusi berlanjut dalam dunia maya sampai kami masuk ke dalam peraduan di rumah kami masing-masing.

Kesimpulan pertama yang kami ambil adalah membedakan antara orang kayadan orang pintar secara contrary items. Setidaknya ada tujuh perbedaan yang mendasar, yaitu:

Pertama, orang pintar mampu menganalisis dan mengajar bagaimana menjadi kaya, membuat strategi untuk menjadi orang kaya karena ia belum bisa kaya. Adapun orang kaya itu pandai mencari orang pintar untuk menganalisis mengapa dia kaya.
kaya, sedangkan orang kaya pandai memberi pertanyaan buat orang pintar.

Ketiga, orang pintar dalam bahasa rekan saya, Nila, memiliki competence for cash, sedangkan orang kaya memiliki cash for competence.

Keempat, orang pintar memutuskan segala sesuatu dengan rasio. Decision by head dengan pemikiran dasar ”engke kumaha”, sedangkan orang kayamemutuskan banyak hal dengan guts dan intuisi. Decision by heart, dengan pemikiran dasar ”kumaha engke”.

Kelima, orang pintar memiliki kapital tak berwujud dengan harta yang sangat terbatas (intangible capital limited assets)
 , sedangkan orang kaya memiliki kapital berwujud dengan harta tanpa batas (tangible capital unlimited assets).

Keenam, orang pintar itu menganalisis dengan masukannya (input) biaya – cost and benefit, sedangkan orang kaya memikirkan keluaran (output) berupa keuntungan – profit and loss.

Ketujuh, orang pintar sangat memperhitungan risiko, sedangkan orang kayamenghitung peluang.

Ketika kedua faktor itu digabungkan, hasilnya lebih mencengangkan saya. Sebuah matriks yang menarik untuk dikaji lebih dalam lagi. Dengan klasifikasi matriks ordinat kaya dan absis pintar, maka ada empat tipe manusia yang sangat berbeda satu dari yang lain dengan gaya hidup dan kontribusi yang bagai bumi dan langit, sangat jauh bedanya.

Pertama, manusia yang tidak pintar alias bodoh dan tidak kaya (= miskin). 
Kita tidak perlu membahas karena memang tidak akan mendapatkan sesuatu pelajaran yang what to do, hanya sekelumit catatan what not to do. Ini adalah objek dari ketiga jenis manusia lain untuk dikembangkan agar masuk ke tiga kategori yang bisa berkontribusi buat masyarakat sekitar. Lebih sedih lagi kalau ada manusia yang sudah bodoh, miskin, tetapi sombong. Biasanya jadi tukang teriak di lapangan untuk program apa saja asal dapat bayaran dua puluh ribuan. Bagi yang jahat, ini sumber eksploitasi dan manipulasi.

Kedua, manusia yang pintar tetapi tidak kaya. 

Artinya, ia memiliki kemampuan intelektual yang tinggi, tetapi tidak mampu mengonversinya menjadi tumpukan harta. Mungkin terkena sindrom teori mengawang dan tidak down to earth atau memang idealis sehingga materi bukan menjadi tujuan hidupnya. Kekuatan intelektual menjadi passion-nya dan yang dicari adalah kemapanan akademis dan menciptakan ilmu atau teori baru atau dalam bahasa rekan diskusi saya tadi, Bugie, kepuasannya adalah kalau ilmu dan gelarnya bertambah, bukan soal hartanya yang meningkat.

Ketiga, orang yang kaya tetapi tidak pintar. 

Bisa karena kepemilikan alias punya the right last name alias warisan atau hoki tetapi tidak mampu menuangkan untuk membuat orang lain mendapat pencerahan. Dalam jangka pendek, keberuntungan memang bisa terjadi beberapa kali, tetapi tidak selamanya. Dalam jangka panjang bisa berbahaya kalau tidak mencoba mencari kepintaran dengan harta yang dia miliki.

Keempat, orang kaya dan pintar. 
Ini yang paling ideal. Mampu menerangkan mengapa ia kaya dan mampu membagikan ilmunya bagi orang yang mau mempelajarinya. Ini yang akan sustain dalam jangka panjang. Kinerjanya akan menghasilkan keluaran yang berlipat ganda dibandingkan dengan ketiga yang lain. Jangan heran, yang keempat ini akan semakin kaya dan semakin pintar. Menguasai harta dan membuatnya beranak pinak secara asimptotis.

Manusia jenis keempat akhirnya akan memilih jalur pengusaha, bukan profesional. Manusia ini memiliki keberanian dan semangat yang membuat orang biasa menjadi terkagum-kagum, tetapi tidak merasa yang ia lakukan sesuatu yang aneh. Bill Gates dan Steve Jobs adalah orang pintar yang bukan lulusan sekolah formal, tetapi bisa menjadi orang kaya yang mempengaruhi dunia.

Chairul Tanjung adalah contoh manusia yang berusaha dari bawah dan mampu menjadi pintar dan kaya karena kegigihan yang luar biasa. T.P. Rachmat dan Sandiaga Uno adalah sosok profesional yang akhirnya jadi pengusaha. Karena pintar, keduanya jadi kaya. Segala jalur bisa ditempuh asal memiliki kemauan dan keberanian untuk jadi pintar di bidangnya, yang akhirnya berani melompati tembok kemapanan.

Mudah-mudahan bermanfaat buat sahabat semua.

sumber : http://newmasgun.blogspot.com/

Penjelajah Muslim Lebih Dulu Injak Amerika Daripada Colombus


Christopher Columbus menyebut Amerika sebagai ‘The New World’ ketika pertama kali menginjakkan kakinya di benua itu pada 21 Oktober 1492. Namun, bagi umat Islam di era keemasan, Amerika bukanlah sebuah ‘Dunia Baru’. Sebab, 603 tahun sebelum penjelajah Spanyol itu menemukan benua itu, para penjelajah Muslim dari Afrika Barat telah membangun peradaban di Amerika. Klaim sejarah Barat yang menyatakan Columbus sebagai penemu benua Amerika akhirnya terpatahkan. Sederet sejarawan menemukan fakta bahwa para penjelajah Muslim telah menginjakkan kaki dan menyebarkan Islam di benua itu lebih dari setengah milenium sebelum Columbus.
Secara historis umat Islam telah memberi kontribusi dalam ilmu pengetahuan, seni, serta kemanusiaan di benua Amerika.
”Tak perlu diragukan lagi, secara historis kaum Muslimin telah memberi pengaruh dalam evolusi masyarakat Amerika beberapa abad sebelum Christopher Columbus menemukannya,” tutur Fareed H Numan dalam American Muslim History A Chronological Observation. Sejarah mencatat Muslim dari Afrika telah menjalin hubungan dengan penduduk asli benua Amerika, jauh sebelum Columbus tiba.
Jika Anda mengunjungi Washington DC, datanglah ke Perpustakaan Kongres (Library of Congress). Lantas, mintalah arsip perjanjian pemerintah Amerika Serikat dengan suku Cherokee, salah satu suku Indian, tahun 1787. Di sana akan ditemukan tanda tangan Kepala Suku Cherokee saat itu, bernama AbdeKhak dan Muhammad Ibnu Abdullah.
Isi perjanjian itu antara lain adalah hak suku Cherokee untuk melangsungkan keberadaannya dalam perdagangan, perkapalan, dan bentuk pemerintahan suku cherokee yang saat itu berdasarkan hukum Islam.
Lebih lanjut, akan ditemukan kebiasaan berpakaian suku Cherokee yang menutup aurat sedangkan kaum laki-lakinya memakai turban (surban) dan terusan hingga sebatas lutut.
Cara berpakaian ini dapat ditemukan dalam foto atau lukisan suku cherokee yang diambil gambarnya sebelum tahun 1832. Kepala suku terakhir Cherokee sebelum akhirnya benar-benar punah dari daratan Amerika adalah seorang Muslim bernama Ramadan Ibnu Wati.
Berbicara tentang suku Cherokee, tidak bisa lepas dari Sequoyah. Ia adalah orang asli suku cherokee yang berpendidikan dan menghidupkan kembali Syllabary suku mereka pada 1821. Syllabary adalah semacam aksara. Jika kita sekarang mengenal abjad A sampai Z, maka suku Cherokee memiliki aksara sendiri.
Yang membuatnya sangat luar biasa adalah aksara yang dihidupkan kembali oleh Sequoyah ini mirip sekali dengan aksara Arab. Bahkan, beberapa tulisan masyarakat cherokee abad ke-7 yang ditemukan terpahat pada bebatuan di Nevada sangat mirip dengan kata ”Muhammad” dalam bahasa Arab.
Nama-nama suku Indian dan kepala sukunya yang berasal dari bahasa Arab tidak hanya ditemukan pada suku Cherokee (Shar-kee), tapi juga Anasazi, Apache, Arawak, Arikana, Chavin Cree, Makkah, Hohokam, Hupa, Hopi, Mahigan, Mohawk, Nazca, Zulu, dan Zuni.
Bahkan, beberapa kepala suku Indian juga mengenakan tutp kepala khas orang Islam. Mereka adalah Kepala Suku Chippewa, Creek, Iowa, Kansas, Miami, Potawatomi, Sauk, Fox, Seminole, Shawnee, Sioux, Winnebago, dan Yuchi. Hal ini ditunjukkan pada foto-foto tahun 1835 dan 1870.
Secara umum, suku-suku Indian di Amerika juga percaya adanya Tuhan yang menguasai alam semesta. Tuhan itu tidak teraba oleh panca indera. Mereka juga meyakini, tugas utama manusia yang diciptakan Tuhan adalah untuk memuja dan menyembah-Nya.
Seperti penuturan seorang Kepala Suku Ohiyesa : ”In the life of the Indian, there was only inevitable duty-the duty of prayer-the daily recognition of the Unseen and the Eternal”. Bukankah Al-Qur’an juga memberitakan bahwa tujuan penciptaan manusia dan jin semata-mata untuk beribadah pada Allah
Bagaimana bisa Kepala suku Indian Cheeroke itu muslim?
Sejarahnya panjang, Semangat orang-orang Islam dan Cina saat itu untuk mengenal lebih jauh planet (tentunya saat itu nama planet belum terdengar) tempat tinggalnya selain untuk melebarkan pengaruh, mencari jalur perdagangan baru dan tentu saja memperluas dakwah Islam mendorong beberapa pemberani di antara mereka untuk melintasi area yang masih dianggap gelap dalam peta-peta mereka saat itu.
Beberapa nama tetap begitu kesohor sampai saat ini bahkan hampir semua orang pernah mendengarnya sebut saja Tjeng Ho dan Ibnu Batutta, namun beberapa lagi hampir-hampir tidak terdengar dan hanya tercatat pada buku-buku akademis.
Para ahli geografi dan intelektual dari kalangan muslim yang mencatat perjalanan ke benua Amerika itu adalah Abul-Hassan Ali Ibn Al Hussain Al Masudi (meninggal tahun 957), Al Idrisi (meninggal tahun 1166), Chihab Addin Abul Abbas Ahmad bin Fadhl Al Umari (1300 – 1384) dan Ibn Battuta (meninggal tahun 1369).
Menurut catatan ahli sejarah dan ahli geografi muslim Al Masudi (871 – 957), Khashkhash Ibn Saeed Ibn Aswad seorang navigator muslim dari Cordoba di Andalusia, telah sampai ke benua Amerika pada tahun 889 Masehi.
Dalam bukunya, ‘Muruj Adh-dhahab wa Maadin al-Jawhar’ (The Meadows of Gold and Quarries of Jewels), Al Masudi melaporkan bahwa semasa pemerintahan Khalifah Spanyol Abdullah Ibn Muhammad (888 – 912), Khashkhash Ibn Saeed Ibn Aswad berlayar dari Delba (Palos) pada tahun 889, menyeberangi Lautan Atlantik, hingga mencapai wilayah yang belum dikenal yang disebutnya Ard Majhoola, dan kemudian kembali dengan membawa berbagai harta yang menakjubkan.
Sesudah itu banyak pelayaran yang dilakukan mengunjungi daratan di seberang Lautan Atlantik, yang gelap dan berkabut itu. Al Masudi juga menulis buku ‘Akhbar Az Zaman’ yang memuat bahan-bahan sejarah dari pengembaraan para pedagang ke Afrika dan Asia.
Dr. Youssef Mroueh juga menulis bahwa selama pemerintahan Khalifah Abdul Rahman III (tahun 929-961) dari dinasti Umayah, tercatat adanya orang-orang Islam dari Afrika yang berlayar juga dari pelabuhan Delba (Palos) di Spanyol ke barat menuju ke lautan lepas yang gelap dan berkabut, Lautan Atlantik. Mereka berhasil kembali dengan membawa barang-barang bernilai yang diperolehnya dari tanah yang asing.
Beliau juga menuliskan menurut catatan ahli sejarah Abu Bakr Ibn Umar Al-Gutiyya bahwa pada masa pemerintahan Khalifah Spanyol, Hisham II (976-1009) seorang navigator dari Granada bernama Ibn Farrukh tercatat meninggalkan pelabuhan Kadesh pada bulan Februari tahun 999 melintasi Lautan Atlantik dan mendarat di Gando (Kepulaun Canary).
Ibn Farrukh berkunjung kepada Raja Guanariga dan kemudian melanjutkan ke barat hingga melihat dua pulau dan menamakannya Capraria dan Pluitana. Ibn Farrukh kembali ke Spanyol pada bulan Mei 999.
Perlayaran melintasi Lautan Atlantik dari Maroko dicatat juga oleh penjelajah laut Shaikh Zayn-eddin Ali bin Fadhel Al-Mazandarani. Kapalnya berlepas dari Tarfay di Maroko pada zaman Sultan Abu-Yacoub Sidi Youssef (1286 – 1307) raja keenam dalam dinasti Marinid.
Kapalnya mendarat di pulau Green di Laut Karibia pada tahun 1291. Menurut Dr. Morueh, catatan perjalanan ini banyak dijadikan referensi oleh ilmuwan Islam.
Sultan-sultan dari kerajaan Mali di Afrika barat yang beribukota di Timbuktu, ternyata juga melakukan perjalanan sendiri hingga ke benua Amerika. Sejarawan Chihab Addin Abul-Abbas Ahmad bin Fadhl Al Umari (1300 – 1384) memerinci eksplorasi geografi ini dengan seksama.
Timbuktu yang kini dilupakan orang, dahulunya merupakan pusat peradaban, perpustakaan dan keilmuan yang maju di Afrika. Ekpedisi perjalanan darat dan laut banyak dilakukan orang menuju Timbuktu atau berawal dari Timbuktu.
Sultan yang tercatat melanglang buana hingga ke benua baru saat itu adalah Sultan Abu Bakari I (1285 – 1312), saudara dari Sultan Mansa Kankan Musa (1312 – 1337), yang telah melakukan dua kali ekspedisi melintas Lautan Atlantik hingga ke Amerika dan bahkan menyusuri sungai Mississippi.
Sultan Abu Bakari I melakukan eksplorasi di Amerika tengah dan utara dengan menyusuri sungai Mississippi antara tahun 1309-1312. Para eksplorer ini berbahasa Arab.
Dua abad kemudian, penemuan benua Amerika diabadikan dalam peta berwarna Piri Re’isi yang dibuat tahun 1513, dan dipersembahkan kepada raja Ottoman Sultan Selim I tahun 1517. Peta ini menunjukkan belahan bumi bagian barat, Amerika selatan dan bahkan benua Antartika, dengan penggambaran pesisiran Brasil secara cukup akurat.
Pengaruh Islam di Benua Amerika
Sekali-kali cobalah Anda membuka peta Amerika. Telitilah nama tempat yang ada di Negeri Paman Sam itu. Sebagai umat Islam, pastilah Anda akan dibuat terkejut.  Apa pasal? Ternyata begitu banyak nama tempat dan kota yang menggunakan kata-kata yang berakar dan berasal dari bahasa umat Islam, yakni bahasa Arab.
Tak percaya? Cobalah wilayah Los Angeles. Di daerah itu ternyata terdapat nama-nama kawasan yang berasal dari pengaruh umat Islam. Sebut saja, ada kawasan bernama Alhambra. Bukankah Alhambra adalah nama istana yang dibangun peradaban Islam di Cordoba?
Selain itu juga ada nama teluk yang dinamai El Morro serta Alamitos. Tak cuma itu, ada pula nama tempat seperti; Andalusia, Attilla, Alla, Aladdin, Albany, Alcazar, Alameda, Alomar, Almansor, Almar, Alva, Amber, Azure, dan La Habra.
Setelah itu, mari kita bergeser ke bagian tengah Amerika. Mulai dari selatan hingga Illinois juga terdapat nama-nama kota yang bernuansa Islami seperti; Albany, Andalusia, Attalla, Lebanon, dan Tullahoma. Malah, di negara bagian Washington terdapat nama kota Salem.
Pengaruh Islam lainnya pada penamaan tempat atau wilayah di Amerika juga sangat kental terasa pada penamaan Karibia (berasal dari bahasa Arab). Di kawasan Amerika Tengah, misalnya, terdapat nama wilayah Jamaika dan Kuba. Muncul pertanyaan, apakah nama Kuba itu berawal dan berakar dari kata Quba – masjid pertama yang dibangun Rasulullah adalah Masjid Quba. Negara Kuba beribu kota La Habana (Havana).
Di benua Amerika pun terdapat sederet nama pula yang berakar dari bahasa Peradaban Islam seperti pulau Grenada, Barbados, Bahama, serta Nassau. Di kawasan Amerika Selatan terdapat nama kota-kota Cordoba (di Argentina), Alcantara (di Brazil), Bahia (di Brazil dan Argentina). Ada pula nama pegunungan Absarooka yang terletak di pantai barat.
Menurut Dr A Zahoor, nama negara bagian seperti Alabama berasal dari kata Allah bamya. Sedangkan Arkansas berasal dari kata Arkan-Sah. Sedangkan Tennesse dari kata Tanasuh. Selain itu, ada pula nama tempat di Amerika yang menggunakan nama-nama kota suci Islam, seperti Mecca di Indiana, Medina di Idaho, Medina di New York, Medina dan Hazen di North Dakota, Medina di Ohio, Medina di Tennessee, serta Medina di Texas. Begitulah peradaban Islam turut mewarnai di benua Amerika.
Fakta Eksistensi Islam di Amerika
Tahun 999 M: Sejarawan Muslim Abu Bakar Ibnu Umar Al-Guttiya mengisahkan pada masa kekuasaan Khalifah Muslm Spanyol bernama Hisham II (976 M -1009 M), seorang navigator Muslim bernama Ibnu Farrukh telah berlayar dari Kadesh pada bulan Februari 999 M menuju Atlantik. Dia berlabuh di Gando atau Kepulauan Canary Raya. Ibnu Farrukh mengunjungi Raja Guanariga. Sang penjelajah Muslim itu memberi nama dua pulau yakni Capraria dan Pluitana. Ibnu Farrukh kembali ke Spanyol pada Mei 999 M.
Tahun 1178 M: Sebuah dokumen Cina yang bernama Dokumen Sung mencatat perjalanan pelaut Muslim ke sebuah wilayah bernama Mu-Lan-Pi (Amerika). Tahun 1310 M: Abu Bakari seorang raja Muslim dari Kerajaan Mali melakukan serangkaian perjalanan ke negara baru. Tahun 1312 M: Seorang Muslim dari Afrika (Mandiga) tiba di Teluk Meksiko untuk mengeksplorasi Amerika menggunakan Sungai Mississipi sebagai jalur utama perjalanannya.
Tahun 1530 M: Budak dari Afrika tiba di Amerika. Selama masa perbudakan lebih dari 10 juta orang Afrika dijual ke Amerika. Kebanyakan budak itu berasal dari Fulas, Fula Jallon, Fula Toro, dan Massiona – kawasan Asia Barat. 30 persen dari jumlah budak dari Afrika itu beragama Islam.
Tahun 1539 M: Estevanico of Azamor, seorang Muslim dari Maroko, mendarat di tanah Florida. Tak kurang dari dua negara bagian yakni Arizona dan New Mexico berutang pada Muslim dari Maroko ini. Tahun 1732 M: Ayyub bin Sulaiman Jallon, seorang budak Muslim di Maryland, dibebaskan oleh James Oglethorpe, pendiri Georgia. Tahun 1790 M: Bangsa Moor dari Spanyol dilaporkan sudah tinggal di South Carolina dan Florida.
Sequoyah, also known as George Gist Bukti lainnya adalah, Columbus sendiri mengetahui bahwa orang-orang Carib (Karibia) adalah pengikut Nabi Muhammad. Dia faham bahwa orang-orang Islam telah berada di sana terutama orang-orang dari Pantai Barat Afrika.
Mereka mendiami Karibia, Amerika Utara dan Selatan. Namun tidak seperti Columbus yang ingin menguasai dan memperbudak rakyat Amerika. Orang-Orang Islam datang untuk berdagang dan bahkan beberapa menikahi orang-orang pribumi.
Sejarawan Ivan Van Sertima dalam karyanya They Came Before Columbus membuktikan adanya kontak antara Muslim Afrika dengan orang Amerika asli. Dalam karyanya yang lain, African Presence in Early America, Van Sertima, menemukan fakta bahwa para pedagang Muslim dari Arab juga sangat aktif berniaga dengan masyarakat yang tinggal di Amerika.
Van Sertima juga menuturkan, saat menginjakkan kaki di benua Amerika, Columbus pun mengungkapkan kekagumannya kepada orang Karibian yang sudah beragama Islam. “Columbus juga tahun bahwa Muslim dari pantai Barat Afrika telah tinggal lebih dulu di Karibia, Amerika Tengah, Selatan, dan Utara,” papar Van Sertima. Umat Islam yang awalnya berdagang telah membangun komunitas di wilayah itu dengan menikahi penduduk asli.
Menurut Van Sertima, Columbus pun mengaku melihat sebuah masjid saat berlayar melalui Gibara di Pantai Kuba. Selain itu, penjelajah berkebangsaan Spanyol itu juga telah menyaksikan bangunan masjid berdiri megah di Kuba, Meksiko, Texas, serta Nevada. Itulah bukti nyata bahwa Islam telah menyemai peradabannya di benua Amerika jauh sebelum Barat tiba.
Lebih lanjut Columbus mengakui pada 21 Oktober 1492 dalam pelayarannya antara Gibara dan Pantai Kuba melihat sebuah masjid (berdiri di atas bukit dengan indahnya menurut sumber tulisan lain). Sampai saat ini sisa-sisa reruntuhan masjid telah ditemukan di Kuba, Mexico, Texas dan Nevada.
Dan tahukah anda? 2 orang nahkoda kapal yang dipimpin oleh Columbus kapten kapal Pinta dan Nina adalah orang-orang muslim yaitu dua bersaudara Martin Alonso Pinzon dan Vicente Yanex Pinzon yang masih keluarga dari Sultan Maroko Abuzayan Muhammad III (1362)
sumber : http://kisahislami.com/penjelajah-muslim-lebih-dulu-injak-amerika-daripada-colombus/

Sabtu, 26 Maret 2011

SELEMBAR BULU MATA

Diceritakan di Hari Pembalasan kelak, ada seorang hamba Allah sedang diadili. Ia dituduh bersalah, mensia-siakan umurnya di dunia untuk berbuat maksiat. Tetapi ia berkeras membantah.

"Tidak. Demi langit dan bumi sungguh tidak benar. Saya tidak melakukan semua itu."

"Tetapi saksi-saksi mengatakan engkau betul-betul telah menjerumuskan dirimu sendiri ke dalam dosa," jawab malaikat.

Orang itu menoleh ke kiri dan ke kanan, lalu ke segenap penjuru. Tetapi anehnya, ia tidak menjumpai seorang saksi pun yang sedang berdiri. Di situ hanya ada dia sendirian. Makanya ia pun menyanggah,

"Manakah saksi-saksi yang kau maksudkan? Disini tidak ada siapa kecuali aku dan suaramu."

"Inilah saksi-saksi itu," ujar malaikat.

Tiba-tiba mata angkat bicara, "Saya yang memandangi."

Disusuli oleh telinga, "Saya yang mendengarkan. "

Hidung pun tidak ketinggalan, "Saya yang mencium."

Bibir mengaku, "Saya yang merayu."

Lidah menambah, "Saya yang mengisap."

Tangan meneruskan, "Saya yang meraba dan meramas."

Kaki menyusul, "Saya yang dipakai lari ketika ketahuan."

"Nah kalau kubiarkan, seluruh anggota tubuhmu akan memberikan kesaksian tentang perbuatan aibmu itu", ucap malaikat.

Orang tersebut tidak dapat membuka sanggahannya lagi. Ia putus asa dan amat berduka, sebab sebentar lagi bakal dimasukkan ke dalam jahanam. Padahal rasa-rasanya ia telah terbebas dari tuduhan dosa itu. Tatkala ia sedang dilanda kesedihan itu, sekonyong-konyong terdengar suara yg amat lembut dari selembar bulu matanya:

"Saya pun ingin juga mengangkat sumpah sebagai saksi."

"Silakan", kata malaikat.

"Terus terang saja, menjelang ajalnya, pada suatu tengah malam yg lengang, aku pernah dibasahinya dengan air mata ketika ia sedang menangis menyesali perbuatan buruknya. Bukankah nabinya pernah berjanji, bahawa apabila ada seorang hamba kemudian bertaubat, walaupun selembar bulu matanya saja yang terbasahi air matanya, namun sudah diharamkan dirinya dari ancaman api neraka? Maka saya, selembar bulu matanya, berani tampil sebagai saksi bahawa ia telah melakukan taubat sampai membasahi saya dengan air mata penyesalan."

Dengan kesaksian selembar bulu mata itu, orang tersebut di bebaskan dari neraka dan dihantarkan ke syurga. Sampai terdengar suara bergaung kepada para penghuni syurga:

"Lihatlah, Hamba Tuhan ini masuk syurga karena pertolongan selembar bulu mata."


Semoga yang pendek ini bermanfaat bagi kita...Amin
Sumber : http://budikolonjono.blogspot.com/2010/05/selembar-bulu-mata-disalin-dr-catatan.html (catatan islami)